Inilah Langkah Cepat Pemkab Cirebon Kurangi Angka Kemiskinan

Daerah77 Dilihat

SENTRAPERISTIWA.COM, CIREBON – Mengurangi kemiskinan merupakan upaya yang tengah Bupati Cirebon Drs. H. Imron M.Ag realisasikan.

Berdasarkan data yang dihimpun, angka kemiskinan di Kabupaten Cirebon mencapai angka 81 ribu jiwa, hal tersebut menjadikan kemiskinan di Kabupaten Cirebon termasuk kategori miskin ekstrem. Berbagai langkah dan upaya pun tengah disiapkan untuk mencegah bertambahnya angka tersebut.

Menurut Imron, “Ini berlaku nasional. Artinya, jumlah masyarakat miskin pasti terjadi penambahan di tiap daerah. Tanpa terkecuali di Kabupaten Cirebon.”

Kenaikan angka masyarakat miskin merupakan upaya Kemensos memadukan data masyarakat penerima bansos di luar Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Seperti penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Sosial Tunai (BST) dan penerima bansos lainnya.

Hal ini dilakukan oleh pemerintah pusat lebih kepada langkah praktis dalam menyediakan database masyarakat miskin.

“Upaya yang akan kami lakukan adalah pertama, menyeleksi ulang, verval ketat data masyarakat miskin, terutama tambahan tersebut berdasarkan NIK, status sosial ekonomi serta memverifikasi 14 kriteria kemiskinan sesuai ketentuan yang berlaku,” Imbuhnya.

Imron juga manambahkan akan ada data update yang telah di verval dan tertuang dalam sistem aplikasi, serta dianalisis untuk menentukan perencanaan dan mengefektifkan penganggaran APDB dan APBDes melalui intervensi program program penanggulangan kemiskinan daerah. “Berdasarkan kebutuhan riil orang miskin sesuai keperluan dan penyebab miskin,” katanya.

Pemkab Cirebon juga akan memaksimalkan unsur pembangunan non pemerintah. Seperti akademisi, korporate, perusahaan, filantropi, komunitas masyarakat dalam menangani kemiskinan yang akan meringankan kemampuan finansial daerah yang relatif terbatas.

Selanjutnya kemudahan legalitas perizinan usaha, Investasi dan SDM akan ditingkatkan. Menurut Imron, “Persoalan dasar kemiskinan terletak pada kemampuan daya beli seseorang. Oleh karena itu kami mengupayakan peluang dan kesempatan kerja melalui kemudahan perijinan usaha dan investasi serta menyiapkan kapasitas SDM yang cakap, handal, produktif dan berjiwa wirausaha,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *