Pemkab Butur Kolaborasi Turunkan Angka Stunting

Nasional, Terbaru4 Dilihat

Sentraperistiwa.com – Dalam upaya menindaklanjuti aksi 8 konvergensi percepatan penurunan stunting, Pemerintah Daerah Kabupaten Buton Utara menggear rapat evaluasi kinerja OPD teknis, bertempat di Kantor Bappeda, Selasa (9 Januari 2024).

Rapat dipimpin Kepala Bappeda, Zainal Arifin, selaku koordinator Tim Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting Buton Utara diikuti para kepala OPD teknis.

Dalam sambutan pengantarnya, Zainal Arifin menjelaskan bahwa angka stunting di Buton Utara tahun 2023 sebesar 31,2 % atau berjumlah 900 orang dari 6000 kelahiran. Sementara secara Nasional angka stunting sebesar 21,6 % dan target stunting tahun 2024 sebesar 14 %.

Dari angka stunting yang masih relatif tinggi tersebut, diperlukan aksi bersama dan langkah konkret para kepala OPD teknis dalam upaya percepatan penurunan angka stunting dan mengisi indikator kinerja capaian kegiatan untuk disampaikan secara berkala pada Bangda Kemendagri RI.

Dari hasil uraian para kepala OPD teknis,  disampaikan beberapa kesimpulan, antara lain pendataan keluarga yang mendapatkan bantuan sosial berkorelasi dengan pendataan angka stunting di Buton Utara; data-data yang ada perlu diupdate sehingga saat diintervensi tepat sasaran.

Selanjutnya, tim kerja yang tergabung dalam PPS (Percepatan Penurunan Stunting) harus bekerja optimal, terutama tim pendamping keluarga berisiko stunting; orang mampu terkadang rentang terkena stunting disebabkan pola asuh dalam keluarga; ada pendampingan keluarga pasca nikah untuk penurunan angka stunting.

Kemudian, stuntung itu bukan hanya persoalan keterpenuhan nilai gizi (nutrisi) akan tetapi disebabkan pula ketersediaan air bersih, sanitasi, dan jamban; adanya pergeseran pola hidup sering mengkonsumsi makanan instan ketimbang pola makanan sehat; pemanfaatan pangan secara seimbang kepada ibu hamil dan menyusui; penyuluhan terpadu OPD teknis dalam sosialisasi penurunan stunting.

Berikut, pemberdayaan bunda paud dan UKS dalam memberikan sosialisasi percepatan penurunan stunting di sekolah; penerbitan panduan (buku saku) penurunan angka stunting bekerja sama dgn Unicef; diperlukan program aksi stop stuntung dengan melakukan pendamping gizi di puskesmas dan posyandu di setiap desa/kelurahan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *